Muaro Jambi, 9 September 2026 – Kabut asap yang melanda wilayah Jambi dan sekitarnya menyebabkan kegiatan pembelajaran di MAN Insan Cendekia Jambi sementara dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, perubahan sistem pembelajaran tersebut tidak menghentikan program pelatihan keasramaan. Sebagai madrasah berasrama, MAN Insan Cendekia Jambi tetap memastikan pelatihan karakter, spiritualitas, kedisiplinan, dan kebiasaan positif murid terus berjalan meskipun mereka berada di rumah masing-masing.
Selama pelaksanaan PJJ, bidang keasramaan tetap melaksanakan berbagai program pelatihan secara berani, di antaranya kegiatan Tahfidz Al-Qur'an serta pemantauan pelaksanaan shalat wajib. Siswa tetap melaksanakan target hafalan dan menyetorkan perkembangan hafalannya kepada pembimbing sesuai mekanisme yang telah ditentukan. Selain itu, kedisiplinan dalam melaksanakan shalat lima waktu juga terus diawasi melalui pelaporan ibadah sebagai bagian dari pelatihan keasramaan selama PJJ.
Waka Keasramaan MAN Insan Cendekia Jambi, Ust. Dedi Haryanto, M.Pd., menegaskan bahwa kondisi kabut asap tidak boleh menghentikan proses pelatihan karakter dan spiritual murid. “Pembelajaran memang dilaksanakan dari rumah secara berani, tetapi pembinaan keasramaan harus tetap berjalan. Kami ingin memastikan anak-anak tetap menjaga rutinitas yang positif, khususnya hafalan Al-Qur'an dan kedisiplinan dalam melaksanakan ibadah shalat,” ujarnya.
Melalui pelatihan Tahfidz Al-Qur'an, pemantauan ibadah, serta komunikasi antara pembina dan murid, MAN Insan Cendekia Jambi terus berkomitmen menjaga keinginan karakter pendidikan dalam berbagai kondisi. Jauh dari asrama bukan berarti jauh dari pelatihan. Belajar dari rumah, tetapi karakter, kedisiplinan, dan spiritualitas tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan murid MAN Insan Cendekia Jambi.Jika Ibu ingin, saya juga bisa membuatkan 3 pilihan judul yang lebih “berita nasional” dan menarik untuk dipublikasikan di website madrasah.